Selamat datang di Echopedia, Pusat Referensi Ilmu-Ilmu Ekonomi. Happy Browsing

Echopedia berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan ilmu ekonomi serta isu-isunya yang mutakhir. Kami berusaha menampilkan artikel yang akurat dan berkualitas dari sumber ilmiah yang terpercaya. Semoga Echepedia bisa menjadi lahan ilmu bagi semua. Semua artikel dalam blog ini diperkenankan untuk dicopy sebagai rujukan dalam pengembangan wacana keilmuan, khususnya di bidang ekonomi.

(Takkan ada yang berkurang dari pengetahuan yang disebarkan---Echopedia Crew---)

Sabtu, 12 Maret 2011

Moskow Gudangya Miliarder Dunia

Echopedia - Oligarki Rusia kembali menjadikan Moskow menjadi pusat miliarder dunia. Mengambil untung dari meledaknya bisnis komoditas, angka miliarder di Rusia meningkat tajam jadi 101 dari 62 di tahun lalu. Dari 101 orang Rusia yang masuk ke dalam daftar miliarder terkaya di dunia versi Forbes, Moskow menjadi rumah bagi 79 miliarder Rusia, melebihi kota mana pun di dunia.

Rusia menempati posisi ketiga dalam daftar 300 miliarder Eropa, serta menempati urutan 15 dari 100 orang terkaya di dunia. Jumlah tersebut melebihi daftar orang kaya di antara negara BRIC, yaitu Rusia, Brazil, India, dan Cina. Jumlah orang terkaya di Rusia bahkan melebihi Arab Saudi.

Miliarder Rusia terkaya adalah pengusaha baja Vladimir Lisin. Kekayaannya diperkirakan mencapai US $ 24 juta, meningkat US $ 10 miliar sejak tahun lalu. Ini menempatkan Vladmir naik 18 tingkat, dari posisi 32 tahun lalu ke posisi 14 orang terkaya di dunia saat ini.

Perekonomian Indonesia Diprediksi Tidak Terimbas Gempa Jepang

Echopedia - Pemerintah Indonesia memprediksi gempa Jepang belum akan menimbulkan dampak pada perekonomian Indonesia. Jepang memiliki pengalaman dalam kesiapan dan penanggulangan dampak gempa di wilayahnya. Indonesia memiliki hubungan yang cukup bagus dalam perdagangan dengan pemerintah Jepang.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Kepresidenan, Jumat (11/3) menyebutkan bahwa masih terlalu pagi membicarakan dampak bencana Jepang terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.

Gempa sebesar 8,9 skala richter disertai Tsunami yang terjadi Jepang terjadi Jum'at kemarin menggetarkan bursa Asia sampai hari ini. Gempa tersebut menambah deretan kekhawatiran investor di pasar keuangan global yang masih dihantui oleh gejolak politik di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara dan krisis utang zona Eropa.

Anjloknya Indeks Dow Jones industri yang jatuh menembus lebih dari 200 poin dibawah level psikologis 12.000 dalam perdagangan kemarin memberikan sentimen negatif bagi bursa Asia, ditambah lagi dengan berita gempa yang mengguncang Jepang Jum'at siang. Pada perdagangan Jumat (11/3) indeks Nikkei 225 merosot 179,95 poin (1,72 persen) ke level 10.254, posisi terendahnya sepanjang hari ini. Bursa Hong Kong juga anjlok 1,55 persen, bursa Seoul turun 1,31 persen, bursa Singapura terkoreksi 1,04 persen, bursa Australia turun 1,18 persen, serta bursa India juga tergelincir 0,84 persen.

Rabu, 19 Januari 2011

Pendekatan Teknikal dalam Menilai Kinerja Saham

Dalam bentuk yang paling sederhana, analisis teknikal meliputi studi harga pasar saham dalam upaya meramalkan pergerakan harga masa depan untuk saham perusahaan tertentu. Mula-mula, harga-harga masa lalu dianalisis untuk menentukan trend atau pola pergerakan harga. Lalu harga saham sekarang dianalisis untuk mengidentifikasi trend atau pola yang muncul yang mirip dengan pola masa lalu. Pola sekarang yang cocok dengan masa lalu diharapkan akan terulang kembali. Jadi, dengan mengidentifikasi pola yang muncul, diharapkan dapat diramalkan dengan tepat pergerakan harga pada masa depan untuk saham tersebut. Hal ini berbeda sekali dengan analisis fundamental yang menganalisis pergerakan harga sekuritas tanpa mengacu kepada faktor-faktor masa lalu dari harga pasar. 

Pendekatan Fundamental dalam Menilai Saham

Analisis fundamental merupakan metode penilaian harga saham yang menggunakan financial analysis dan economic analysis untuk memperkirakan pergerakan harga saham. Informasi fundamental yang digunakan untuk dianalisis meliputi laporan-laporan keuangan perusahaan dan informasi non-financial seperti perkiraan pertumbuhan permintaan produk-produk pesaing, perbandingan industri, perubahan peraturan dan perubahan demografi, serta perubahan ekonomi secara luas. 

Dalam pengertian sederhana, analisis fundamental dimulai dengan menaksir bahwa nilai sebenarnya (intrinsic value) sebuah aset keuangan sama dengan nilai sekarang (present value) dari semua aliran tunai yang diharapkan diterima oleh pemilik aset. Jadi, analisis fundamental saham berupaya meramalkan saat dan besarnya aliran tunai dan kemudian mengkonversikan menjadi nilai sekarang (present value) dengan menggunakan tingkat diskonto yang tepat (Tandelilin, 2001:184-186). Lebih spesifik lagi, analisis tidak hanya harus memperkirakan tingkat diskonto saja, tetapi juga aliran dividen dari suatu saham di masa depan, yang artinya meramalkan pendapatan per lembar saham dan pembayaran dividen tunai (pay out ratio). Lebih jauh lagi, tingkat diskonto harus diestimasi. 

Penilaian Kinerja Saham

         Penilaian kinerja saham adalah bagian dari proses analisis sekuritas dalam investasi. Menilai kinerja saham berarti menilai kinerja perusahaan yang menerbitkan saham. Itu artinya bahwa nilai yang tercermin dalam saham adalah cerminan nilai perusahaan yang diapresiasi oleh pasar.
          Dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai, yaitu nilai buku, nilai pasar dan nilai intrinsik. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham. Nilai pasar adalah nilai saham di pasar yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut di pasar. Sedangkan nilai intrinsik, atau yang dikenal juga dengan nilai teoritis, adalah nilai saham yang sebenarnya atau yang seharusnya terjadi (Tandelilin, 2001:183). 


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More